JAKARTA, Investor.id – Perkumpulan penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) siap menerapkan protokol kesehatan pesta pernikahan demi menghindari penularan virus Covid-19. Mendukung protokol kesehatan, PPJI sekaligus juga meluncurkan aplikasi Nikahinaku untuk undangan digital, registrasi tamu, dan pemberian angpau secara cahsless.   “Sebelumnya pemerintah kan melarang ada pesta pernikahan karena tidak mau ada kerumunan orang sehingga berisiko menciptakan cluster baru Covid-19. Tapi kita lihat, sebenarnya pesta pernikahan di new normal ini bisa dilakukan asal sederhana dan sesuai dengan protokol kesehatan. Kami dari PPJI sudah menyusun dan siap menerapkan protokol kesehatan pesta pernikahan,” kata Ketua DPD PPJI Provinsi DKI Jakarta Siti Djumiadini.   Protokol kesehatan, kata Siti, dimulai dari jumlah tamu maksimal 50% dari kapasitas gedung. Tamu harus memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk gedung. Antrean registrasi tamu undangan harus tetap jaga jarak minimal 1 meter. “Registrasi menggunakan aplikasi Nikahinaku dengan cara scan barcode agar tak ada kontak fisik dengan buku tamu dan pulpen, dan juga pemberian angpau menggunakan aplikasi sehingga menurunkan risiko penularan virus dari uang dan amplop,” jelas Siti.   Menurut Siti, aplikasi pernikahan tersebut merupakan terobosan dari PPPJI Jakarta Barat. Ketua PPJI Jakarta Barat Nena Firdaus menjelaskan, di dalam gedung pun, tamu undangan tidak berlama-lama, langsung antre untuk memberi salam kepada pengantin dengan tetap menjaga jarak. “Tamu memberi salam kepada pengantin dengan cara menangkupkan tangan di dada dengan jarak 1 meter. Begitu pula kalau ingin berfoto dengan pengantin harus berjarak 1 meter,” papar Nena.   Untuk makanan, tamu tidak diperbolehkan makan di dalam gedung. “Pemerintah kan minta tidak boleh ada prasmanan. Karena itu, pengantin harus menyiapkan makanan dalam bentuk boks untuk dibawa pulang,” tegas Siti.   Soal makanan juga ditegaskan anggota DPD DKI Jakarta Fahira Idris. “Saya minta supaya makanan tidak disajikan dalam bentuk buffe, tetapi dibungkus dalam boks saja untuk dibawa pulang, agar sesuai protokol kesehatan,” pinta Fahira.   Fahira juga meminta supaya petugas registrasi menggunakan alat penghitung tamu. “Jumlah tamu yang masuk dihitung dengan alat hitung. Kalau sudah melebihi kapasitas, tamu harap ditahan dulu di luar,” saran Fahira.   Untuk musik, Fahira menyarankan bisa menggunakan rekaman saja. “kalaupun menggunakan live music dengan pemain dan penyanyi, tetap perhatikan jaga jarak dan menggunakan sekat dinding plastik pemisah,” pinta Fahira. Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily